Kamis, 01 November 2012

Apa Itu Ikhlas ?

“ Katakan , sesungguhnya sholat ku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk
Allah, seru sekalian alam, tiada sekutu baginya, dan demikianlah yang di
perintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan
diri (kepada Allah).” (QS. Al-An’am : 162-163)
Ikhlas, adalah sebuah kata yang tak asing lagi di telinga kita. Kata
ikhlas sering digunakan dalam berbagai aktifitas hidup kita, mulai saat
bersedekah, beribadah, bekerja, berusaha, membantu orang lain,
berkeluarga, dan banyak aktifitas hidup lainnya. Kata ikhlas biasanya,
sering kita gunakan untuk menjelaskan tindakan-tindakan yang tidak
beroreintasi materil, tanpa pamrih dan tulus.
Tindakan yang disertai keikhlasan, sering membuat decak kagum
banyak orang, karena tindakan tersebut adalah bentuk pengorbanan diri
seseorang pada orang lain, tanpa berharap pamrih dari orang dibantunya.
Ternyata ikhlas bukan sembarang “kata”, makna ikhlas bagaikan sebuah
mantra yang mampu memberikan keajaiban dalam kehidupan manusia.
Karena manusia-manusia yang ikhlas, memiliki keistimewaankeistimewaan
tersendiri dalam hidupnya ”?”.
Kekuatan ikhlas, ternyata dapat memberikan perubahan positif dalam
kehidupan manusia. Kekuatan positif inilah yang membuat orang ikhlas,
selalu mendapatkan kemudahan-kemudahan dalam hidupnya. Orang
ikhlas hatinya, akan selalu di lapangkan hidupnya oleh Allah, jiwanya
selalu berserah diri pada pencipta-Nya. Sehingga beban-beban di
punggungnya, akan di ringankan oleh Allah dari beban-beban ujian yang
memberatkan hidupnya, semua kesulitannya akan di mudahkan oleh
Allah. Karena orang ikhlas selalu percaya, sesudah kesulitan pasti ada
kemudahan. Dan ia percaya, Allah akan selalu menolong hamba-hambanya yang
ikhlas.
Apa itu ikhlas? Bagaimana penggunaannya? Apa urgensinya sikap ikhlas
dalam kehidupan manusia? Kekuatan positif apa yang dimiliki oleh seorang
manusia, ketika dia bersikap ikhlas?.
Semua jawaban itu akan kita dapatkan, setelah kita memahami
makna ikhlas. Caranya yaitu dengan memahami makna ikhlas terlebih
dahulu, setelah itu baru kita akan mampu mengimplementasikan dalam
kehidupan sehar--hari. Dengan ikhlas, kita tak perlu lagi bergundah hati,
resah-gelisah, takut pada kemiskinan, kesempatan, penyakit dan
ketidakjelasan masa depan. Ikhlas dapat melapangkan kesempitan,
mempositifkan energi-energi negatif dalam diri, menghapuskan
kebencian, menghilangkan dendam, dan mendobrak segala bentuk penyembahan-penyembahan pada Dunia, yang tak sedikit manusia
terjebak di dalamnya.
Dengan kemurnian ikhlas, seorang manusia dapat membebaskan
dirinya dari segala bentuk perbudakan Duniawi. Ia akan mampu
melepaskan dirinya dari segala penyembahan kepada selain Allah. Seperti
penyembahan pada materi, Uang, Harta benda, Wanita, Perhiasan,
Alkhohol, Narkoba, Birahi, Jabatan, Tahta, Kekuasaan, Tradisi, yang
selama ini banyak manusia terbukti terbudaki olehnya. Sesuai penjelasan
surat Al-an’am di atas, Sesungguhnya Shalatku, Ibadahku, Hidupku, dan
matiku hanya untuk Allah semata!, Inilah hakikat Ikhlas. Apalagi penjelasan
dalam Surat Al-fatihah.
“ Hanya Engkaulah (Allah) yang kami sembah, dan hanya kepada
Engkaulah (Allah) kami mohon pertolongan, “ (AL-Fatihah : 5)
Sebagai makhluk yang diciptakan oleh Sang Khalik, sudah
sepantasnyalah manusia hanya berhak menyembah, berharap, dan
memohon pertolongan hanya kepada Allah saja. Dan keikhlasan, adalah
pondasi awal untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Tanpa keikhlasan,
kita tidak akan mampu mengendalikan hawa nafsu, agar tetap berada di
jalan lurus, jalan yang di ridhoi oleh Allah.
Sebab hanya dengan berserah diri pada kehendak Allah lah, hidup
manusia akan di selamatkan. Dan keikhlasan adalah kemurnian sikap yang
akan membuat manusia menjadi hamba Allah, bukan hamba nafsunya, bukan
hamba selain Allah, bukan hamba materialisme, sesuatu yang justru hanya
ciptaan-ciptaan Allah.
Kemurnian sikap, ucapan, dan perbuatan ikhlas inilah yang
membuat kata “ikhlas” bagaikan mantra yang mampu menghujam hati,
mengetarkan jiwa, dan sinarnya mampu memancarkan kekuatan positif
yang mampu menyelesaikan berbagai macam persoalan hidup. Sebab
hanya dengan berserah diri secara utuh kepada Allah lah, semua bebanbeban
hidup manusia akan di ringankan oleh-Nya.
Sungguh sombong manusia yang hanya menggantungkan
hidupnya pada dirinya sendiri, pada kekayaan materi yang di miliki, pada
kekuasaan politik maupun tradisi yang sandang, pada popularitas yang
membuai, pada ciptaan-ciptaan Allah yang keberadaannya sangat
bergantung pada Penciptanya. Sungguh tersesat, manusia yang tidak
menggantungkan hidupnya pada Allah, karena sesungguhnya manusia
adalah makhluk lemah yang tak memiliki daya dan upaya kecuali dia
hanya berserah diri pada Allah. Sebab, tak ada satu helai rambut pun
yang jatuh ke Bumi, tak ada satu lembar daun pun yang jatuh ke tanah,
kecuali atas seizin Allah. Kalau kita menyadari hal itu, lantas alasan
apalagi yang harus kita tunggu untuk tidak menyerahkan diri dan hidup
kita kepada Allah saja. Dan cara satu-satunya adalah dengan
mengikhlaskan hati.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar